Tidak Hanya Dedik, Pelatih Timnas Juga Pantau Pemain Arema FC Lain

Asisten pelatih tim nasional Indonesia, Joko Susilo, mengatakan bahwa bukan hanya Dedik Setiawan saja yang akan memperkuat tim nasional dari Arema FC. Ia menambahkan bahwa pemain lain juga memiliki potensi untuk mendapat panggilan memperkuat tim nasional Indonesia dalam ajang kualifikasi Piala Dunia Qatar 2022 Zona Asia.

Joko mengatakan bahwa pasti akan ada satu atau dua pemain dari Arema yang akan dipanggil untuk mengikuti pelatihan tim nasional Indonesia. Namun pemilihan tersebut harus melalui pertimbangan dengan pemain yang berasal dari peserta klub liga 1 lainnya. Sebenarnya selain Dedik, timnas juga pernah memanggil Johan Ahmad Farizi, namun pada akhirnya pemain tersebut dipulangkan lagi ke klub Arema.

Pemulangan Johan A. Farizi ke klub Arema dikarenakan pemain tersebut tidak masuk dalam skema permainan 3-4-3 yang sedang diterapkan oleh pelatih timnas Indonesia Simon McMenemy. Padahal selama pemanggilan Johan A. Farizi ke timnas, Ia belum pernah sekalipun mendapatkan kesempatan bermain membela timnas Indonesia.

Ingin Menjaga Kompetisi Antarpemain

Ketika ditanya oleh wartawan, Joko Susilo tidak menyebutkan pemain Arema yang menjadi incarannya. Pelatih yang telah memasuki usia ke 48 tahun tersebut mengatakan bahwa hal ini dilakukannya untuk tetap menjaga kompetisi persaingan dan motivasi bagi tiap pemain Arema. Dengan begitu, setiap pemain dapat menampilkan permainan terbaik mereka agar dapat terpilih masuk ke timnas Indonesia.

Meskipun pernah menjadi jajaran pelatih dari Arema FC, Joko Susilo tetap akan berlaku objektif dalam menentukan pemain mana yang akan dibawa mengikuti pemusatan pelatihan timnas Indonesia. Ia mengatakan tetap akan melakukan beberapa pertimbangan seperti kebutuhan tim dan juga performa pemain yang berasal dari klub peserta liga 1 lainnya.

Isyaratkan Membidik Pemain Tengah

Dalam wawancara lebih lanjut, Joko Susilo memberikan petunjuk pemain yang diincarnya untuk bergabung bersama tim nasional Indonesia. Ia mengatakan bahwa pemain yang sedang diincar memiliki posisi sebagai pemain tengah. Menurutnya, setelah kemarin sempat memanggil pemain Arema FC dengan posisi pemain belakang dan depan, untuk berikutnya posisi yang paling mungkin adalah pemain tengah.

Sebagai kampiun dari turnamen pramusim Piala Presiden 2019, tidak salah jika akan terdapat pemain tengah Arema yang akan memperkuat timnas Indonesia Senior. Nama-nama seperti Hanif Sjahbandi, Dendi Santoso, Ridwan Tawainela, Ricky Ohorella, dan Nasir sangat mungkin untuk mendapatkan kesempatan mengikuti pemusatan latihan timnas Indonesia.

Pemain Arema yang Pernah Memperkuat Timnas

Sebagai salah satu tim legendaris yang ada di Indonesia, Arema FC tidak pernah kehabisan pemain untuk disumbangkan ke tim nasional Indonesia. Dari mulai event internasional resmi FIFA seperti Asian Games, SEA Games, Piala AFC, Olimpiade, AFF Cup, Tiger Cup sampai dengan turnamen-turnamen data sgp sampingan seperti Merdeka Games dan juga Piala Kemerdekaan.

1. I Putu Gede

I Putu Gede merupakan legenda Arema FC yang memiliki posisi sebagai gelandang tengah. Pemain ini merupakan langganan tim nasional pada masanya. Turnamen internasional seperti Tiger Cup pernah ia cicipi dalam karir profesionalnya sebagai pemain sepak bola. Meskipun belum mampu meraih gelar juara pada waktu itu, akan tetapi penampilan I Putu Gede mengundang banyak decak kagum para penontonnya.

2. Aji Santoso

Pemain berikutnya yang sukses dari Arema FC ketika membela timnas Indonesia adalah Aji Santoso. Berposisi sebagai wing back, Aji Santoso mampu menunjukkan penampilan memukau pada setiap pertandingan yang Ia jalani. Puncak prestasi yang diraih oleh Aji Santoso adalah berhasil mengantarkan timnas Indonesia membawa pulang medali emas SEA games pada tahun 1991 di Manila, Filipina.

Setelah berhenti sebagai seorang pemain, Aji Santoso memilih untuk menjalani karir sebagai pelatih sepak bola. Ia mulai mendalami ilmu-ilmu kepelatihan baik di luar ataupun dalam negeri. Pada karir kepelatihannya, Aji Santoso pernah melatih beberapa klub di Liga Indonesia. Meski belum berhasil mempersembahkan gelar untuk tim yang dilatihnya, Aji Santoso termasuk pelatih yang berkualitas.

3. Firman Utina

Pemain Arema FC berikutnya yang mampu bersinar di timnas Indonesia adalah Firman Utina. Memiliki postur yang kecil tidak lantas membuat gelandang serang ini kalah bersaing dengan pemain lainnya. Berbekal skill individu dan dribel bola yang sangat baik, Firman berhasil membawa Arema FC memenangkan sejumlah gelar bergengsi dalam negeri. Pada level timnas, Firman Utina memiliki karir yang cukup cemerlang. Firman Utina pernah berlaga pada Piala Asia, Piala AFF, dan berbagai turnamen lainnya. Pada tahun 2010, Firman beserta kawan-kawan berhasil memberikan penampilan luar biasa pada ajang Suzuki AFF cup 2010. Meski bermain bagus pada gelaran tersebut, Indonesia harus puas menjadi runner up setelah dikalahkan Malaysia.

Arema Berhasil Gandeng JRII dengan Nilai Kontrak Miliaran

Dalam dunia sepak bola apa saja bisa terjadi mulai dari pergantian pemain sampai nilai kontrak yang bernilai tinggi. Dari bermacam-macam hal yang kerap terjadi di dunia lapangan hijau, salah satu hal yang paling menarik adalah nilai kontrak yang dihasilkan dari kesepakatan bersama. Mendapatkan sokongan dari berbagai macam pihak tentunya sangat menguntungkan bagi sebuah klub.

Bagaimana tidak, beban kebutuhan masing-masing klub yang tidak sama membuat pihak sponsor menawarkan kerjasama. Beberapa kebutuhan dasar yang perlu untuk diperhatikan dalam sebuah klub misalnya saja sewa lapangan, perawatan peralatan olahraga sampai jersey yang digunakan. Namun, dengan dukungan sponsor kebutuhan tersebut menjadi lebih ringan apalagi bila nilai kontrak sangat tinggi.

Sebuah klub sepak bola yang mendapatkan nilai kontrak tinggi menjadi satu dari sekian banyak bukti bahwa klub tersebut layak dipertimbangkan di lapangan hijau. Bukan tanpa alasan apabila sebuah klub berhasil mendapatkan nilai kontrak yang sangat besar. Pasalnya, deretan klub dengan nilai kontrak tinggi umumnya merupakan klub yang sudah profesional dan memiliki prestasi.

Tidak heran apabila klub sepak bola di dalam dan luar negeri mendapatkan suntikan dana yang lumayan besar dari kesepatakan kontrak bersama. Nilai kontrak yang fantastis ini tentu saja sesuai dengan apa yang didapat oleh kedua belak pihak. Salah satu contohnya adalah yang dialami oleh Arema. Klub sepak bola di Malang ini dikabarkan berhasil menggandeng JRII.

Arema Raup Miliaran dari Kontrak JRII

Nama klub sepak bola Arema FC tidak terdengar asing di kancah nasional. Bagi masyarakat yang tinggal di Malang, Arema merupakan klub sepak bola kebanggaan. Dari klub sepak bola biasa Arema menjadi klub yang digemari oleh banyak kalangan sampai di luar kota Malang. Prestasi klub sepak bola tersebut mengantarkan Arema menjadi klub yang layak dipertimbangkan.

Salah satu bukti nyata prestasi Arema adalah berbagai macam sponsor yang mendukung langkah Arema dalam menuangkan prestasinya di lapangan hijau. Baru-baru ini Arema dikabarkan mendapatkan dukungan dari salah satu perusahaan besar. Tak tanggung-tanggung, perkiraan financial yang didapat dari kontrak kerjasa ini mencapai ratusan hingga miliaran rupiah.

Sehari sebelum liga 1 2019, Arema disebut-sebut berhasil menggandeng sponsor besar. Meski terbilang baru bagi Arema FC namun banyak sumber menyebutkan nilai kontrak dari kerjasama ini mencapai miliaran. Sponsor baru ini disebutkan akan menempel pada bagian depan jersey yang mereka kenakan. Darimanakah pihak sponsor berasal dan mengapa banyak pihak menyebut nilai kontrak mereka besar?

Pertanyaan tersebut pastinya akan hinggap dibenak masyarakat atau penggemar Arema. Apabila sponsor tersebut ditempatkan pada bagian depan jersey, bukan tidak mungkin perkiraan nominal keuntungan yang didapat dari kerjasama keduanya bernilai tinggi. Rupanya benar saja bila melihat perusahaan yang menyokong Arema merupakan perusahaan pembiayaan atau investasi.

Perusahaan tersebut adalah Joseph Revo Invesment Inc atau JRII. Hal yang paling mengejutkan dari kabar ini adalah domisili dari perusahaan pembiayaan tersebut. Siapa sangka, JRII merupakan perusahaan yang berpusat di Texas, Amerika Serikat. Pertanyaan pun mulai bermunculan di ranah publik. Mengapa klub dengan sebutan singo edan tersebut tanpa ragu mengambil kontrak dari perusahaan asing?

Tujuan Arema Gandeng Perusahaan JRII

Umumnya, kebanyakan klub menerima kontrak dari berbagai macam pihak lantaran kebutuhan dana yang harus dicukupi. Selain itu, tentu saja keuntungan yang diberikan sangat besar. Lantas adakah alasan khusus mengapa Arema menggandeng perusahaan yang memiliki basis justru di Amerika. Sebenarnya, masing-masing klub sepak bola dibebaskan untuk memilih kontrak kerjasama dengan perusahaan dalam dan luar negeri.

Hanya saja, perusahaan asing yang berdomisili di luar tempat klub berasal terkadang terdengar asing bagi masyarakat. Hal ini rupanya tidak menjadi kendala bagi klub sebesar Arema. Bahkan pada acara launching Kompetisi Liga 1 2019 yang digelar pada 13 Mei lalu memperlihatkan bahwa klub Arema bangga dengan sponsor baru mereka.

Hal tersebut nampak pada jersey yang mereka kenakan. Rupanya di bagian depan jersey yang dikenakan Arema tidak hanya terdiri dari satu sponsor saja. Bagian depan Jersey Arema memperlihatkan ada 4 slot sponsor yang menyokong Arema berlaga di lapangan hijau khususnya pada Kompetisi Liga 1 2019 yang berlangsung tahun ini.

Biasanya, pihak sponsor yang memberikan keuntungan cukup besar kepada sebuah klub akan meminta penyematan nama produk perusahaan di bagian depan jersey yang dikenakan pemain. Selain Joseph Revo Investment Inc atau JRII masih ada tiga sponsor besar yaitu Indomie, Achilles, dan GO-JEK yang sama-sama menyokong Area di barisan jersey depan. Bila dicermati dari tujuannya, Area berani menggandeng JRRI lantaran perusahaan tersebut bermaksud melakukan tahapan pengenalan brand lewat sepak bola. Arema sendiri dinilai mempunyai latar belakang yang unik dan digadang dapat membangun pondasi kuat dalam sepak bola secara kultural. Lebih dari itu, JRII melabeli bisnis mereka sebagai bisnis sekuritas yang erat dengan lembaga keuangan non bank.